Pemilihan Rektor Unima Sudah Optimal Dan Sah Sesuai Tatib

oleh -76 Dilihat

MINAHASA, viralberita.net — Hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) digelar pada 19 agustus 2020 belum lama ini, dimenangkan Prof Dr Deitje Katuuk, M.Pd melengserkan lawan-lawannya.

Namun, kemenangan ibu Deitje Katuuk ini rupanya tidak disetujui oleh pihak-pihak tertentu. Pasalnya, mereka melaporkan ke anggota DPD RI komisi 3 membidangi pendidikan yakni Maya Rumantir, supaya proses pelantikan yang rencananya sudah dijadwalkan pada 2 september ini ditunda.

Pernyataan Senator Dapil Sulawesi Utara ini membuat salah satu alumni Unima yang juga aktivis kampus, sebut Christian Dennis angkat bicara. Dirinya sangat menyesalkan apa yang dikatakan anggota DPD tersebut.

“Jangan hanya dengar sepihak, lalu berusaha untuk menghalangi proses yang sudah dilakukan oleh panitia Pilrek Unima ini,”ujar Christian, Minggu (30/8/20220).

Semua yang dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah melalui tahapan dan fit n Proper test. Bahkan, sudah diperiksa oleh BPK RI dan mungkin melibatkan unsur Intelegen negara dalam mencari rekam jejak semua calon rektor.

“Kami melihat panitia Pilrek sudah sangat optimal melaksanakan Pemilihan ini apalagi dalam proses diawasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kejaksaan dan Unsur Kepolisian Resort Minahasa, jadi apalagi yang masih kurang,”ungkap Christian.

lebih lanjut disampaikannya, para anggota senat yang terhormat seharusnya mempraktekkan keterhormatan tersebut dengan menerima apapun hasil pemilihan yang ada.

“Jika kita menerima apa yang disepakati, berarti sudah berupaya memperbaiki Unima kearah yang lebih baik. Bukan dengan cara-cara yang tidak elegan seperti ini,” tandasnya.

Semua yang dipersoalkan dalam Pilrek unima sudah di berita acara kan oleh panitia, hingga peralihan dari sistem Daring E-Voting ke Luar jaringan (Luring) atau manual melalui forum senat, kemudian disetujui bersama.

“Maka dari itu, proses dilanjutkan dengan mekanisme Luring atau pemilihan manual. Ketika proses berlanjut, sudah dipastikan ada yang menang dan ada kalah.
Untuk itu, marilah kita belajar menerima kenyataan demi menjaga Marwah Intelektualitas yang berintegritas di kampus Unima ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek Unima Prof Rudy Pakasi menjelaskan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Kemendikbud tentang kapan pelaksanaan pelantikan Rektor Unima terpilih periode 2020-2024.

“Saya tahu akhir masa jabatan Rektor akan berakhir tanggal 2 September 2020 ini. Dan untuk pelantikan Rektor terpilih belum ada petunjuk, jika belum ada pelantikan berarti ada penundaan,”jelas Pakasi yang dibenarkan wakil ketua panitia Pilrek Prof Dr Arijani Abdullah.

(Deibby Malongkade )

No More Posts Available.

No more pages to load.