AIRMADIDI, MINUT – Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM) menggelar Ngopi Bareng bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Minut dengan tema “Bacerita Inovasi Daerah Dalam Mendorong Program Kerakyatan JGKWL”, Senin (29/9/2026) di JG Centre Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara.
Hadir sebagai narasumber Kepala BRIDA Minut, dr. Stella Safitri, M.Kes Kegiatan berlangsung aktif dengan dialog kritis antara wartawan dan BRIDA.

Dalam pemaparannya, Stella menjelaskan posisi BRIDA sebagai fasilitator, pendorong budaya inovasi, dan koordinator pengembangan inovasi baik di lingkup OPD maupun inisiatif masyarakat Minahasa Utara.
“Di tengah kondisi geografis kepulauan, keunggulan Minut adalah mempercepat desiminasi informasi peringatan dini. Ada juga inovasi JGK-WL seperti Jaringan Gerakan Ketahanan Wilayah Sinergi Terpadu untuk antisipasi inflasi dan keamanan pangan. Itu inovasi tahun lalu yang dipresentasikan langsung oleh Pak Bupati,” ujar Stella.
Ia menyebut, berkat presentasi yang baik dari Bupati Joune Ganda, Minahasa Utara berhasil meraih predikat Sangat Inovatif dari Kemendagri.
“Tugas kita adalah menjaga keberlanjutan. Bupati mewajibkan minimal 1 inovasi per OPD, kalau bisa lebih. Tapi inovasi bukan sekadar ada aplikasi, harus punya nilai plus dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Untuk tahun 2026 ini, lanjut Stella, Minut telah memasukkan 82 inovasi. Saat ini sedang dalam tahap pengolahan nilai oleh BSKDN Kemendagri dengan memenuhi 20 indikator penilaian.
Beberapa inovasi unggulan tahun ini antara lain:
– SIGAP – Sistem Informasi Gerak Adminduk Cepat
– Program Inspirasi – Inovasi pelayanan
– Lidah Hati Emas Minut – Layanan HAKI gratis untuk masyarakat Minahasa Utara
Stella juga mengungkapkan rencana lomba inovasi personal antar ASN dalam rangka HUT Minut. Bukan lomba atas nama dinas, tapi inovasi pribadi ASN yang akan langsung diapresiasi Bupati.
Selain itu, BRIDA juga memperkuat kerjasama dengan BRIN. Atas inisiatif Bupati Joune Ganda, sekitar 60 peneliti asal Manado yang selama ini bertugas di Jakarta dan sekitarnya akan dipulangkan dan berkantor di Bappeda Minut mulai Oktober 2026.
“Mereka ini profesor, doktor, ahli pertanian, perikanan, pariwisata, budaya, pendidikan. Mereka akan bantu kembangkan potensi Minut. Dari kelapa saja bisa jadi apa, itu akan diteliti. BRIN juga punya anggaran riset yang akan berdampak langsung bagi kita,” jelas Stella.
Dalam dialog, BRIDA secara terbuka meminta peran wartawan PROWM untuk menjadi pengontrol, support, dan pengkritik inovasi OPD.
“Jangan berpikir inovasi hanya tugas OPD. Para wartawan juga bisa berinovasi. Media menjadi perpanjangan tangan yang baik untuk memantau, apakah inovasi OPD itu benar-benar jalan dan tepat sasaran atau hanya asal bapak senang (ABS),” kata Stella.
Dikesempatan ini, para wartawan mendorong OPD yang kurang inovatif, terutama di tengah efisiensi anggaran agar uang rakyat tidak habis untuk seremonial inovasi yang ada hanya kewajiban yang diminta Bupati tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Menanggapi itu, Ketua PROWM Juent Mongkaren didampingi Sekretaris Meyer Tanod menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Minut.
“Saya atas nama PROWM menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Joune Ganda dan jajaran yang terus membuka ruang sinergitas. Sehingga kami wartawan boleh menyajikan setiap inovasi dan kemajuan Minahasa Utara kepada masyarakat,” ujar Juent.
Menurut Juent, keterbukaan Pemkab Minut penting agar pembangunan pro rakyat JG-KWL bisa diketahui publik melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis data. (3by)





