Kementrian PPPA RI Tanamkan 10 Indikator Desa Peduli Perempuan Dan Anak Kepada SAPA Watutumou III Dan Talawaan

oleh -256 Dilihat

MINUT, VIRALBERITA.NET — Dalam mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Bimbingan teknis (Bimek) kepada relawan Sahabat perempuan dan anak (SAPA) Desa Watutumou III dan Desa Talawaan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa utara (Minut) Provinsi Sulawesi utara (Sulut), selasa 12 Juli 2022.

Dalam Bimtek kepada SAPA di 2 desa yang telah ditetapkan sebagai Pilot project desa ramah perempuan dan anak oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga pada 2021 kemarin, ditekankan 10 indikator yang dapat mencapai keberhasilan DRPPA.

Koordinator bidang pengasuhan dan lingkungan kementrian PPA Erni Rahmawati, S.Sos menyampaikan, kami ingin tanamkan 10 indikator kepada relawan SAPA agar mereka makin tahu apa yang harus dilakukan sebagai bentuk tugas mereka terhadap kepedulian perempuan dan anak.

Target kami 2024. Indikator pertama pengorganisasian. Adanya Forum anak, bentuk kelompok anak yang dilibatkan dalam desa yang bisa menyuarakan aspirasi dari anak-anak. Serta melibatkan anak dalam musrembang desa dan terus mengupdate profil desa.

“Kami akan lakukan monitoring, pengawasan dan evaluasi.Tugas relawan SAPA melaporkan perkembangan didesa. Mereka fasilitator desa kemudian dilaporkan ke fasilitator Kabupaten, provinsi dan teakhir kementrian. Apakah masi terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), apakah ada perkawinan usia dini, apakah ada pekerja anak?Jangan sampai hak anak untuk menerima pendidikan terabaikan. Anak boleh membantu orang tua tetapi hak dasar anak untuk menerima pendidikan jangan dihalangi,” ucapnya.

Sementara, Kabid PPPA Provinsi Sulut Everdin Kalesaran memaparkan 10 Indikator mewujudkan DRPPA (Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak) yakni,
1. Adanya pengorganisasian perempuan dan anak di Desa;
2. Desa memiliki data pilah yang memuat tentang perempuan dan anak;
3.Tersedianya peraturan desa tentang Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak;
4. Adanya pembiayaan keuangan Desa dan pendayagunaan aset desa untuk mewujudkan DRPPA:
5. Meningkatkan persentase keterwakilan perempuan;
6. Persentase perempuan wirausaha di desa;
7. Peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak
8.Tidak ada Kekerasan terhadap perempuan dan anak;
9.Tidak ada Perkawinan Anak;
10.Tidak ada Pekerja Anak.

Dari keterangan Kalesaran, di Sulut hanya 4 Desa yang telah ditetapkan sebagai desa model ramah perempuan dan anak, didalamnya Desa Watutumou III dan Desa Talawaan yang terus mendapat perhatian dari kementrian PPPA RI.

“Relawan SAPA ini adalah penggerak bagaimana memenuhi, melindungi dan menghargai hak anak, anak dilibatkan di forum desa, perempuan terlibat dalam pembangunan desa. Tata kelola pemerintahan yang melibatkan perempuan dan anak,” jelas Kalesaran.

Hukum tua Desa Watutumou 2 Amelia Ratu, ST melalui sekertaris desa Apolos Pantolaeng menjelaskan profil Desa Watutumou III sebagai Desa Model ramah perempuan dan anak telah membentuk Organisasi Forum anak, tersedia tempat bermain untuk anak di kantor desa, PAUD, posyandu anak dan remaja, makanan tambahan untuk anak-anak dan remaja. Sosialisasi dan pemberdayaan perempuan dan anak.

” Saat ini peraturan desa terkait hak perempuan dan anak masi dalam proses. Namun, penerapan peraturan tentang ramah perempuan dan anak sudah dilakukan melalui surat edaran pemerintah Desa Watutumou III nomor 1 tahun 2021 tentang Desa Ramah Perempuan dan Anak. Jadi, masing-masing kepala Wilayah melakukan pengawasan dan monitorang di wilayah masing-masing tentang situasi terkait perempuan dan anak. Jika, ditemukan ada kasus KDRT, pekerja anak, perkawinan dini dan lainnya maka langsung dilaporkan,” ucap Pantolaeng.

Demikian juga, Hukum tua Desa Talawaan memaparkan profil Desa serta perkembangan Desa Ramah perempuan dan peduli anak di Desa Talawaan.

Hadir dalam Kegiatan ini, Kepala Dinas PPPA Minut Aldrin Posuma, Camat Kalawat Ferlie Indria Nassa, Kabid PPA Mjnut Steward Takahangiang, Babinsa, Babinkamtibmas dan relawan SAPA Desa Watutumou III dan Desa Talawaan.

(Deibby Malongkade)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.