Joseph Dengah Dengar Langsung Keluhan Warga Airmadidi Atas, Krisis Air Dan Gagal Panen Jadi Sorotan Utama Reses DPRD Minut

oleh -149 Dilihat

AIRMADIDI, viralberita.net — Di tengah terik musim kemarau, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara Fraksi Golkar Joseph Dengah turun langsung menyapa dan mendengar keluh kesah warga.

 

Kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang Ke-2 Tahun 2026 digelar di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, rabu 26 Agustus 2026.

Turut hadir Lurah Airmadidi Atas Lucky Rumajar, Kabag Persidangan DPRD Minut Steven Goliat, perangkat kelurahan dan ratusan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Joseph Dengah membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga persoalan pribadi.

 

Dan benar, keluhan yang paling banyak muncul adalah tentang air.

“Yang paling relevan masalah air dalam masa kemarau. Memang air ini sangat penting apalagi Airmadidi atas, pada umumnya itu rawan sekali dengan masalah air”ungkap Dengah.

 

Ia menyebut meski ada 2 sumber air, namun distribusinya belum merata. Bahkan di Perumahan dekat SD 14 ada tempuran air, tapi debitnya kecil dan tidak konstan.

 

Dampaknya langsung terasa ke sektor pertanian. Petani jagung dan cabai mengalami gagal panen karena kekeringan.

 

“Contoh sekarang ini petani jagung. Memang harga jagung naik luar biasa, tapi yang mau dipanen tidak ada. Demikian juga petani hortikultura termasuk cabe, aduh kasihan juga kekeringan.

Dampaknya bukan cuma petani, tapi ujung-ujungnya para konsumen juga. Harga pasti naik. Ini artinya terjadi kelemahan ekonomi masyarakat,” jelas Dengah dengan nada prihatin.

 

Ia juga menyoroti bantuan bibit perkebunan yang datang justru di musim kemarau. Banyak bibit kelapa yang mati karena tidak ada air untuk merawat.

 

Di kesempatan ini, Lurah Airmadidi atas Lucky Rumajar mengingatkan warga agar ekstra hati-hati dengan api di musim kemarau.

 

“Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan membakar. Resiko kebakaran sangat besar dan berbahaya. Ingat kejadian tahun 2014 di hutan Gunung kelabat,”imbau Lurah.

 

Sementara Joseph Dengah memberi beberapa saran solutif untuk warga:

1. Manfaatkan lahan dekat sumber air untuk menanam sayur yang cepat panen seperti bayam, kangkung, dan selada air.

2. Gunakan kolam-kolam yang ada untuk budidaya sayur air agar tetap ada pemasukan saat kemarau panjang.

3. Hemat air dan jangan boros, karena prediksi BMKG kemarau bisa sampai akhir 2026.

 

“Kalau ini terjadi sampai akhir 2026, dampak ekonominya sangat besar bagi masyarakat. Bukan cuma petani, tapi kita semua. Karena pasti semua jadi mahal,” tutup Dengah.

Selain masalah air, warga juga menyampaikan aspirasi perbaikan jalan rusak, penerangan lampu jalan, UMKM.

Ia berjanji akan mengawal seluruh aspirasi ini ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, agar bisa diakomodir dalam perencanaan APBD.

Joseph Dengah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

 

“Saya bersyukur pembuatan Alun-Alun oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terletak di Airmadidi Atas. Ini menjadi ruang publik baru bagi masyarakat untuk berkumpul, bersosialisasi, dan menggerakkan ekonomi. Terima kasih kepada Bapak Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung,” ujar Dengah.

Reses ditutup dengan dialog hangat dan ramah antara anggota dewan dengan warga. (3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.