MANADO, viralberita.net – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Ir. Novly G. Wowiling, M.Si didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Minut Christian Katuuk mengikuti kegiatan High Level Meeting (HLM) bertema “Membangun Fondasi Fiskal Daerah yang Kuat melalui Optimalisasi Digitalisasi Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Sentra Manado, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Viktor Mailangkay, pimpinan Bank Indonesia, serta para Sekda dan Kepala Bapenda se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulut Viktor Mailangkay menegaskan, digitalisasi pendapatan daerah tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat.
“Keamanan data dan keandalan layanan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat akan terus menggunakan kanal digital apabila prosesnya mudah dipahami, transaksinya aman, dan kendala yang mereka alami memperoleh penyelesaian,” ujar Mailangkay.
Menurut Wagub, penguatan Pendapatan Asli Daerah harus fokus pada pemanfaatan kanal pembayaran yang sudah tersedia dan memperluasnya sesuai kebutuhan masyarakat.
“Setiap layanan perlu memiliki informasi tagihan yang jelas, tata cara pembayaran yang sederhana, serta bukti pembayaran yang mudah diperoleh,” tegasnya.
Dikatakannya, High Level Meeting ini diharapkan menjadi momentum penguatan fondasi fiskal daerah di Sulut melalui optimalisasi pendapatan asli daerah berbasis digital yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Usai kegiatan, Sekda Minut Ir. Novly Wowiling kepada media mengatakan, Pemkab Minut berkomitmen memperkuat digitalisasi PAD melalui sinergi lintas perangkat daerah.
“Bapenda bersama perangkat daerah pemungut dan bank RKUD perlu memastikan pencocokan data tagihan, pembayaran, dan setoran berlangsung tertib. Selisih data harus segera ditelusuri agar laporan penerimaan dapat digunakan sebagai dasar kebijakan,” kata Novly.
Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Minahasa Utara. Beberapa kendala masih ditemui, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis berbeda, serta kesiapan masyarakat dalam beradaptasi dengan sistem digital.
“Ini memang menjadi tantangan untuk kita. Penerapan digital ini sekalipun sudah berjalan, kami sadar di beberapa wilayah, contohnya kepulauan, memiliki kendala tersendiri termasuk kesiapan masyarakat. Tapi ini harus terus kita dorong,” ujarnya.
Novly mengungkapkan, Pemkab Minut sendiri telah mencoba berbagai inovasi digital untuk mempermudah pembayaran.
“Di Minahasa Utara kita sudah mencoba satu inovasi, kita namakan Wale dengan partisipasi pembayaran transaksi lewat digitalisasi. Ini yang kita harapkan bisa terus disosialisasikan lagi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan dan percepatan dalam proses pelayanan, termasuk dalam aspek penagihan dan pembayaran pajak dan retribusi daerah.
“Harapannya melalui pertemuan ini, program digitalisasi PAD bisa lebih disosialisasikan lagi, sehingga masyarakat semakin mudah, cepat, dan aman dalam melakukan kewajiban pembayaran,” tutup Wowiling. (3by)






