Lahan Kubur Makin Sempit, Reses Anggota DPRD Ronald Kaawoan: Warga Minta Pemkab Minut Siapkan Lahan Pekuburan Umum

oleh -67 Dilihat

MATUNGKAS, viralberita.net — Di tengah deru pembangunan perumahan baru, ada satu persoalan mendasar yang mulai menghantui warga Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe. Tempat peristirahatan terakhir.

 

Hal itu mengemuka saat Anggota DPRD Minahasa Utara dari Fraksi PSI, Ronald C. Kaawoan, Amd. TM menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II bersama masyarakat, Jumat (28/8).

 

“Saya rindu bertemu langsung dengan bapak ibu yang sudah percaya menitipkan suara. Hari ini kita duduk sama-sama, dengar sama-sama, dan cari jalan keluar sama-sama,” buka Ronald di hadapan warga.

 

Dalam dialog, warga menyampaikan berbagai kebutuhan. Mulai dari perbaikan jalan, penerangan lampu jalan, hingga drainase.

 

Tapi yang paling mengiris dan paling mendesak adalah soal lahan pekuburan.

“Lahan kubur di desa kita tinggal sedikit. Sementara perumahan baru terus dibangun, penduduk makin banyak. Rata-rata developer tidak sediakan lahan pekuburan,”keluh warga.

 

Bahkan persoalan ini sudah beberapa kali memicu ketegangan antara warga dan pemerintah desa.

Mendengar itu, Ronald tidak tinggal diam. Baginya ini bukan sekadar urusan administratif, tapi menyangkut harkat kemanusiaan.

“Ini kebutuhan mendesak. Kita tidak tahu kapan waktu Tuhan memanggil kita. Masa iya warga Minahasa Utara harus dimakamkan di wilayah lain yang bukan tempat tinggal kita?”tegas Ronald.

 

Ia menyoroti bertambahnya warga baru karena perumahan. Menurutnya, ketika orang membeli rumah, otomatis mereka punya hak menjadi warga dan tidak boleh ditolak.

 

“Tidak ada hukum di Indonesia ini tolak-tolak warga. Apalagi sekarang sudah ada aturan yang melarang pemungutan dana untuk lahan pekuburan. Jadi kita harus hadir sebagai negara,” ujarnya.

 

Ronald mendesak Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan DPRD segera menyiapkan lahan pekuburan umum.

 

“Jangan tunggu sampai full baru panik. Kita siapkan dari sekarang. Ini soal menghargai orang yang sudah mendahului kita, dan menghargai generasi yang akan datang,”pungkasnya.

Ronald memastikan seluruh aspirasi warga Matungkas akan ia bawa dan perjuangkan dalam rapat-rapat DPRD. Ia berharap Pemkab Minut segera mengalokasikan anggaran dan lahan agar persoalan ini tidak menjadi bom waktu sosial.

 

Karena bagi Ronald, membangun daerah bukan hanya soal jalan dan lampu. Tapi juga memastikan setiap warga, dari lahir sampai dipanggil pulang, diperlakukan dengan layak dan bermartabat. (3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.