Kasus Trafficking di Wori Minut Ke Papua Telah Masuk Polda Sulut, Diduga Pelaku Mami Berinisial Manohara

oleh -237 Dilihat

Minut, viralberita.net — Kasus trafficking anak bawah umur Asal Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara ke Provinsi Papua, saat ini sudah masuk meja Polda Sulawesi Utara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Sri Hesti Hebber kepada media.

 

“Kami DP3A Minut berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Utara, ” ucap Hebber, rabu 14 Januari 2026.

 

Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui korban telah diamankan dan saat ini ditangani langsung oleh UPTD Provinsi.

 

Sri Hesti Hebber memastikan meski penanganan utama kini berada di tingkat provinsi, DP3A Minut tetap aktif melakukan pendampingan dan koordinasi.

 

“Kasus ini sudah ditangani oleh UPTD Provinsi, termasuk pendampingan psikologis. Tim kami terdiri dari dua kepala bidang dan dua konselor, salah satunya psikolog, yang melakukan asesmen awal terhadap kondisi korban,” jelasnya.

 

Sri juga menyampaikan laporan resmi telah diteruskan ke Polda Sulawesi Utara dan saat ini sedang menunggu salinan administrasi dari UPTD Provinsi sebagai bagian dari proses hukum.

 

Sebagai langkah lanjutan, DP3A Minut bersama UPTD Provinsi berencana turun ke desa untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui sekolah maupun pemerintah desa.

 

“Kami tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga pencegahan. Minggu depan akan dilakukan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, diduga pelaku Berinisial “Manohara” asal Desa Wori. Dalam video tersebut, pelaku bersama predator seks dari Papua berada dalam kamar bersama korban dan sempat mengambil gambar dengan sejumlah uang yang banyak dan korban terekam video lagi ada dalam kamar tersebut badan bertutup selimut.

Dari sebuah rekaman, terdengar percakapan singkat pelaku memaksa korban. “Kita tako ja bagitu, ” ucap korban tapi sang Mami menyampaikan, “Santai saja, cumama Ge yang tahu….sudah jo tako-tako, babadiam jo tutup tu mata Kong bunung lampu (matikan lampu), ” pungkas Manohara. (3by)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.