Waspada! Penipuan Online Mengatasnamakan Wakil Walikota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat Marak Beredar

oleh -219 Dilihat
Waspada! Penipuan Online Mengatasnamakan Wakil Walikota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat Marak Beredar

Kotamobagu, ViralBerita.net – Maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat publik kembali menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.

Kali ini, nama Wakil Walikota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat atau yang akrab disapa RVM, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui platform WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, pihak RVM Centre bergerak cepat memberikan klarifikasi sekaligus imbauan kepada masyarakat Kota Kotamobagu agar tidak mudah terjebak dalam modus kejahatan digital yang semakin canggih.

Dalam pernyataannya, RVM dengan tegas membantah segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan dirinya, terlebih jika disertai permintaan yang mencurigakan.

“Perlu ditegaskan, apabila ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu baik uang, kode OTP, data pribadi, maupun informasi penting lainnya itu sudah pasti penipuan,” ujar RVM.

Fenomena ini mencerminkan pola lama dengan kemasan baru.

Pelaku memanfaatkan nama tokoh publik untuk membangun kepercayaan korban, kemudian memancing respons melalui pesan singkat atau panggilan langsung.

Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari jebakan tersebut hingga kerugian finansial terjadi.

RVM Centre menilai bahwa peningkatan literasi digital masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan semacam ini.

Oleh karena itu, warga diminta untuk lebih berhati-hati terhadap segala bentuk komunikasi yang datang dari nomor tidak dikenal, apalagi yang mengandung unsur permintaan mendesak.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi, termasuk kode OTP yang bersifat rahasia.

Informasi semacam itu kerap menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk mengakses akun pribadi atau bahkan melakukan transaksi tanpa izin.

“Jangan mudah percaya. Jika ada pesan atau telepon yang mencurigakan, langkah paling aman adalah mengabaikan dan segera memblokir nomor tersebut,” tegas RVM.

Tidak hanya berhenti pada kewaspadaan pribadi, masyarakat juga didorong untuk proaktif melaporkan setiap indikasi penipuan kepada pihak berwenang.

Laporan tersebut dinilai penting untuk membantu proses penelusuran dan penindakan terhadap pelaku kejahatan digital.

RVM juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan penipuan dengan meningkatkan kesadaran kolektif.

Menurutnya, kejahatan digital tidak bisa ditangani secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.

“Pastikan kebenaran setiap informasi sebelum mempercayainya. Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa mencegah lebih banyak korban,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, ancaman tidak hanya datang secara fisik, tetapi juga melalui perangkat yang kita gunakan setiap hari.

Kehati-hatian dan sikap kritis menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang terus berkembang. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.