Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Sekda Minut: Pancasila Harus Jadi Ideologi Hidup, Bukan Hiasan Dinding

oleh -562 Dilihat

Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 tingkat Kabupaten Minahasa Utara berlangsung khidmat. Dipimpin Sekda Ir. Novly Wowiling, MSi selaku Inspektur Upacara, amanat BPIP menegaskan Pancasila wajib jadi pedoman kebijakan, bukan sekadar seremoni.

AIRMADIDI, viralberita.net – Lapangan upacara di kantor Bupati Minahasa Utara (Minut), penuh khidmat. Sekretaris Daerah Minut Ir. Novly Wowiling, MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Kepala Badan Kesbangpol Sammy Rompis, S.Sos sebagai pemimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, senin 1 Juni 2026.

Upacara di hadiri Forkopimda Ketua DPRD Minut Vonny Adel Rumimpunu, Kapolres Minut AKBP Aulia Rifqie Djabar, SIK. MSi, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Airmadidi, Kejari Minut diwakili Kasie Intel Kejari Minut Saefi, SH, Kasatbek Lanudal Manado Lettu laut (s) Marvel Howan perwakilan  Dandim 1310 Bitung, para Kepala OPD dan ASN Minut.

Dalam membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Novly menyampaikan peringatan keras: kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa moral bisa jadi bumerang.

 

“Saya mengajak seluruh generasi muda sebagai pencatat masa depan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding kantor atau teks,” tegasnya.

 

Ia menitipkan 3 pesan ke para menteri dan kepala daerah:

1. Setiap kebijakan publik harus berlandaskan keadilan sosial.

2. Jamin hak-hak masyarakat terkecil agar tak ada yang merasa ditinggalkan.

3. Terus lawan intoleransi dan radikalisme yang merusak harmoni kebangsaan.

 

“Mari teguhkan komitmen kebangsaan. Tunjukkan ke dunia Indonesia bangsa besar yang menjunjung tinggi persatuan. Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan hidup di setiap nadi anak bangsa,” ujarnya menutup amanat. Pekik “Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” menggema.

Usai upacara, Novly ke media menegaskan nilai Pancasila bukan hanya untuk dirayakan. “Harus jadi ciri khas masyarakat Minut, terutama di pendidikan. Diimplementasikan di setiap kebijakan Pemda. Tujuannya satu: menghabiskan kesejahteraan bagi masyarakat dengan memperhatikan keadilan di setiap perubahan kebijakan,” jelasnya.

 

Ia berharap semangat harmonis dan gotong royong yang selama ini jadi kekuatan Minut terus dipertahankan berkelanjutan.

 

Upacara sakral Hari Lahir Pancasila di Minahasa Utara kian khidmat dengan alunan musik Andika Bhayangkari. Lagu itu bukan sekadar hiburan, tapi penghormatan bagi para prajurit dan pengawal setia yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nadanya mengingatkan: Pancasila dijaga dengan darah dan pengabdian.

 

Di sela upacara, Pemkab Minut memberi penghargaan bagi ASN purna bakti dan kenaikan pangkat. Sebagai tali kasih, ASN purna bakti menerima dana Rp 2,5 juta. Upacara turut dihadiri jajaran Andika Bhayangkari. (3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.