Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Berpulang, Wartawan Berdedikasi Itu Tinggalkan Kenangan Terindah

oleh -365 Dilihat
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang tutup usia.(Foto:Dok/PWI Pusat)

Jakarta, viralberita.net – Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia hari ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Zulmansyah Sekedang berpulang dalam usia 54 tahun.

Almarhum mengembus napas terakhir di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/4/2026) dini hari pukul 00.10 WIB akibat serangan jantung.

Wakil Bendahara Umum PWI Sumber Rajasa Ginting menuturkan, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR, Jakarta pada Jumat (17/4/2026) malam.

Usai acara itu, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Namun sekitar pukul 21.00 WIB, Zulmansyah tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah.

Ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan.

Namun di tengah upaya medis tersebut, Zulmansyah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.

Rencananya, jenazah almarhum akan diterbangkan dari Jakarta menuju Pekanbaru, Riau untuk dimakamkan.

Sontak saja berita duka itu cukup mengagetkan.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu, akibat serangan jantung.

“Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujar Munir seperti dikutip dari antaranews.com.

Ia menambahkan, keluarga besar PWI memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas.

Perjalanan Jurnalistik Almarhum

Pria kelahiran Aceh, 2 Juli 1972 tersebut memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik.

Ia pernah memimpin PWI Provinsi Riau selama dua periode, yakni 2017–2022 dan 2022–2027, sebelum kemudian aktif di tingkat pusat.

Sebagai wartawan senior asal Aceh Tenggara, ia dikenal vokal dalam menyuarakan pentingnya etika jurnalistik, profesionalisme, serta menjaga independensi pers di tengah berbagai tantangan zaman.

Ketika berlangsung konferensi PWI Sulawesi Utara (Sulut) pada 31 Maret 2026, almarhum sempat berkomunikasi dengan penulis.

Dia berpesan untuk agar teman-teman di Sulut memilih Ketua PWI yang terbaik dan teman-teman PWI Sulut tidak melupakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Karena melalui UKW profesionalisme wartawan terjaga dan teruji.

Lepas dari itu Zulmansyah dikenal sebagai sosok yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.

Perjalanan Zulmansyah di PWI terbilang panjang dan signifikan. Selain pernah menjabat Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, ia juga menjadi Ketua Bidang Organisasi PWI hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023.

Tak hanya sampai di situ. Dia juga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI dalam masa transisi organisasi serta Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa (KLB).

Dalam perjalanan organisasi, Zulmansyah pun dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI melalui Kongres Persatuan.

Sejumlah wartawan senior menyebutkan bahwa almarhum bukan tipe pemimpin yang gemar berada di pusat sorotan. Dalam fase ketika organisasi sempat diguncang konflik internal, kehadirannya menjadi salah satu jangkar yang menjaga arah.

Satu hal yang patut dicontoh dari almarhum adalah sosoknya yang selalu konsistensi menekankan nilai-nilai dasar jurnalisme. Dalam pelbagai kesempatan dia tak putus-putusnya mengingatkan bahwa profesi wartawan tidak boleh berjalan tanpa rambu.

Ingatkan Tiga Pilar Pers

Zulmansyah menyebutkan tiga pilar dalam jurnalisme yang selalu ia tekankan yakni kepatuhan pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan regulasi Dewan Pers.

Prinsip ini sederhana namun dalam praktiknya menjadi tantangan besar di tengah perubahan lanskap media seperti sekarang ini.

Ketika dia menjabat Ketua PWI Provinsi Riau, almarhum pernah mengatakan bahwa wartawan tidak lagi hanya dinilai dari produktivitas tetapi juga dari standar kompetensi.

Dia menyebutkan, tantangan jurnalisme tidak lagi tunggal. Digitalisasi membawa kecepatan, tetapi juga risiko. Berita palsu, tekanan ekonomi media, hingga erosi kepercayaan publik menjadi persoalan yang saling terkait.

Zulmansyah tidak menolak perubahan. Namun baginya adaptasi dengan perubahan tetap perlu tetapi dengan tidak menghilangkan prinsip dasar jurnalisme. Ya, jurnalisme harus cepat tetapi dia mengingatkan bahwa jurnalisme tetap akurat, menarik dan tetap berimbang.

Jauh dari itu jurnalisme harus menjadi penjernih di tengah banjir data. Di sinilah fungsi edukatif dan mencerahkan menemukan ruang aktualnya.

Akhirnya selamat jalan sobat, senior dan sahabat sejati: Zulmansyah Sekedang! Tuhan memberikan tempat terbaik.(nm)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.