Respon Cepat Dinsos Minut, Rujuk Lansia Terlantar Ke Rumah Sakit Walanda Maramis dan Memberikan Bantuan Kursi Roda

oleh -171 Dilihat

MINUT, VIRALBERITA.NET — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terbukti, melalui Dinas sosial, seorang lelaki lanjut usia (Lansia) 67 tahun Welem Sembel (WS) warga Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat yang terlantar segera di rujuk ke RSUD Maria Walanda Maramis (MWM) setelah menerima laporan dari pemerintah Desa. Bahkan, langsung memberikan bantuan kursi roda, selasa 8 April 2024.

Dari keterangan Hukum Tua Desa Watutumou III Drs Helly Kondoj, Welem Sembel hidup seorang diri dan menderita sakit TBC namun tidak ada keluarga yang membantu merawatnya. Ketika mereka menemukan WS sudah tidak berdaya di rumahnya yang butuh penangan medis di rumah sakit, mereka langsung menghubungi Kepala Puskesmas Kolongan dr Cicilia Paat, M. Kes, langsung direspon. Kemudian saat itu juga melaporkan ke Dinas Sosial.

“Kami sangat mengapresiasi Dengan respon cepat dari Dinas Sosial dan Puskesmas Kolongan, segera mendatangkan ambulance menjemput warga kami dan dirujuk ke Rumah sakit Walanda Maramis dan langsung ditangani pihak Rumah sakit Walanda” Ucap Kondoj.

Kepala dinas Sosial Kabupaten Minahasa Utara Arnoldus Wolajan mengatakan, ketika menerima laporan dari Hukum Tua Desa Watutumou III Helly Kondoj, dirinya langsung mengambil tindakan cepat. “Ketika mendapat laporan, kami segera ambil tindakan. Apalagi mengidap penyakit menular. Bekerja sama dengan Puskesmas Kolongan dan Pemerintah desa memfasilitasi sehingga boleh langsung mendapat penanganan. Ini dianggap pelayanan Lansia terlantar, ” ucap Wolajan.

Dari keterangan Wolajan, dari Pemkab Minut juga telah memberikan kursi roda untuk pasien karena kondisinya sudah tidak bisa lagi berjalan. Pelayanan ini salah satu pelayanan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk Lansia terlantar. Membantu dalam memenuhi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual. Permasalahan lainnya seperti kondisi fisik yang lemah dan tak berdaya sehingga harus bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, sangat beralasan untuk diberikan pelayanan khusus terhadap lansia terlantar.

“Keterlantaran lanjut usia karena beberapa factor sosial dan ekonomi akibat ketidakmampuan keluarga dalam merawat lansia terlantar, ” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pasien sudah mendapat pelayanan dan menginap di RSUD Maria Walanda Maramis.

Penulis: Deibby Malongkade

No More Posts Available.

No more pages to load.