Tanpa Pakai APBD, DigiKab Powered by Balé Hadir di Minut: Lapor, Jualan UMKM, Bayar Pajak Cukup 1 Aplikasi

oleh -104 Dilihat

MINUT, viralberita.net — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mendorong tata kelola pemerintahan berbasis digital. Komitmen itu ditandai dengan Rapat Koordinasi Kick-Off Kerja Sama peluncuran DigiKab Powered by Balé yang digelar Rabu 5 Agustus 2026.

Kerja sama ini melibatkan Pemkab Minut, Bank BTN, Financial Wealth Indonesia, dan Bayarind. Tujuannya: mengintegrasikan layanan publik, aktivitas ekonomi lokal, hingga sistem perpajakan daerah ke dalam satu platform super-app.

Rapat dipimpin Asisten I Sekda Minut Umbase Mayuntu, M.Si. Turut hadir Branch Manager BTN Manado Rudi Wairata, Global CEO Financial Wealth Indonesia Meity Anita, tim teknis Bayarind, serta jajaran Kepala OPD Pemkab Minut.
Kepala Bagian Pemerintahan sekaligus Sekretaris Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah Sefferson Sumampouw, S.S.T.P., S.I.P., M.Si. menjelaskan DigiKab dirancang sebagai aplikasi terpusat.

“Dengan DigiKab, masyarakat tidak perlu lagi unduh banyak aplikasi. Semua kebutuhan, mulai dari layanan pemerintah sampai transaksi harian, bisa diakses dalam satu platform yang mudah digunakan,” jelas Sefferson.

Menurutnya, ini bagian dari strategi Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si. dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H., M.H. untuk menghadirkan layanan yang cepat, praktis, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Fitur Unggulan DigiKab Powered by Balé:
1. Pengaduan Real-Time: Warga bisa lapor jalan rusak, sampah, hingga kondisi darurat langsung dari aplikasi.
2. Layanan Damkar Terintegrasi: Menampilkan titik lokasi armada dan estimasi waktu tiba, agar respons lebih cepat.
3. Marketplace Produk Desa: Petani dan pelaku UMKM bisa jual hasil pertanian dan produk unggulan langsung ke konsumen tanpa perantara panjang. Harga lebih terjangkau, pendapatan warga desa terdongkrak.
4. Transparansi Pajak & PAD: Setiap transaksi digital, termasuk bayar makan di rumah makan, otomatis menghitung dan memotong pajak restoran 10%. Sistem ini menutup potensi kebocoran dan membuat pengelolaan PAD lebih akurat dan akuntabel.

Yang menarik, pengembangan DigiKab dilakukan melalui pola kemitraan strategis sehingga tidak menggunakan APBD. Namun dampaknya langsung dirasakan: peningkatan PAD dan penguatan ekonomi lokal.

“Ini langkah penting mempercepat digitalisasi pelayanan. Pemerintah ingin menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, sekaligus sistem transaksi dan pengelolaan pendapatan yang transparan dan efisien,” kata Sefferson.

Saat ini DigiKab by Balé BTN sudah tersedia dan masih dalam tahap pemantapan fitur bersama mitra. Pemkab Minut menargetkan seluruh fitur utama segera beroperasi penuh.

Melalui DigiKab, Pemkab Minut berharap terwujud pelayanan publik yang efektif, terintegrasi, dan berdampak pada kesejahteraan. Inovasi ini juga menjadi bukti Minahasa Utara siap menjadi daerah yang adaptif terhadap teknologi. (3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.