TANGIER, MAROKO, viralberita.net — Minahasa Utara kembali mengharumkan Indonesia. Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si. tampil sebagai pembicara utama UCLG World Assembly di Tangier, Maroko, Rabu 24/6. Momen ini sekaligus mengukuhkan Minut sebagai satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik yang masuk finalis UCLG Peace Prize 2026.
Di hadapan ratusan pemimpin daerah dari 140 negara, Bupati Joune membeber strategi Minut menjaga kerukunan: keberagaman dijadikan mesin pembangunan, bukan penghalang.
“Keberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,”tegas Bupati Joune dari podium UCLG.
3 Pilar Kerukunan Minut Versi Bupati Joune:
1. Sinergi 3 Pilar, Pemerintah daerah dan tokoh agama dan masyarakat jalan satu irama. FKUB dan BKSAUA jadi mitra strategis Pemkab.
2. Anggaran berpihak, Insentif rohaniwan, penguatan lembaga kerukunan, hingga bantuan rumah ibadah lintas agama rutin dikucurkan.
3. Kerukunan adalah Investasi : Stabilitas sosial jadi kunci dorong ekonomi dan pariwisata Likupang sebagai destinasi prioritas nasional. “Investor masuk kalau masyarakatnya rukun,” ujar Bupati.
Bupati Joune menegaskan pesan inti Minut ke dunia: perdamaian sejati lahir dari level lokal. Toleransi, kolaborasi, dan saling menghormati adalah fondasi pembangunan inklusif.
“Perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil. Ketika masyarakat hidup dalam semangat toleransi dan saling menghormati, maka pembangunan dapat berjalan baik dan manfaatnya dirasakan semua. Minut membuktikan keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama,” ungkapnya disambut aplaus peserta forum.
Partisipasi Minut di UCLG World Assembly membuktikan nilai persaudaraan khas Sulut bisa jadi rujukan global. Dari Likupang ke Tangier, Minut bawa pesan: Indonesia punya praktik baik perdamaian yang layak ditiru dunia.
Penghargaan internasional dari United Cities and Local Governments yang diberikan tiap 3 tahun ke kota/daerah paling berhasil membangun budaya damai dan inklusif di tingkat lokal. (3by)






