Kebakaran 4 Titik Landa Kaki Dian Airmadidi, Pemkab Minut, TNI-Polri, Warga Gotong Royong Melawan Api

oleh -121 Dilihat

AIRMADIDI, viralberita.net – Kebakaran hebat melanda kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (20/9/2026).

 

Api muncul di 4 titik sekaligus dan terus menjalar cepat. Kekeringan akibat kemarau panjang dampak El Nino membuat pohon, rumput, dan ranting kering bagaikan kayu bakar yang memperbesar kobaran api.

Melihat risiko besar jika dibiarkan, Pemkab Minut bergerak cepat. Kolaborasi besar dilakukan antara TNI, Polri, BPBD Minut, Damkar Minut, AWC Brimob Polda Sulut, kehutanan, Pemerintah Kelurahan, hingga relawan masyarakat setempat.

 

Pantauan di lapangan, mobil Damkar Pemkab Minut dan bantuan dari Kodim Bitung bolak-balik mengambil air. Para aparat terlihat kewalahan dan kelelahan, namun tak berhenti memadamkan api. Ini sudah hari kedua pemadaman, dari siang hingga malam hari.

 

Kapolres Minut melalui Plh Kabag Ops Polres Minut, AKP D. Rungkat menyampaikan, pihaknya mengerahkan puluhan personil.

 

” Kolaborasi dan gotong royong, kami dari unsur Polri dan TNI serta relawan, Damkar, BPBD, Dinas Kehutanan, AWC Brimob Polda Sulut dan Pemerintah Kelurahan serta masyarakat ikut serta dalam rangka memadamkan kebakaran hutan di Kaki Dian. Kita berkolaborasi semuanya setelah menerima informasi,” ujar Rungkat.

 

Dikatakan Rungkat, untuk penyebab pasti, polisi masih mendalami. “Penyebabnya kami belum telusuri lebih mendalam karena ini mungkin iklim panas yang berkepanjangan. Kami turunkan sekitar 30 orang anggota Polres karena titik api menyebar,” jelasnya.

 

Polres juga mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tidak masuk ke lokasi karena bahaya.

 

Sementara itu, Kepala BPBD Minut Theodor Lumingkewas menegaskan Pemkab Minut telah menetapkan status tanggap bencana.

 

“Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Forkopimda sudah menetapkan status tanggap bencana untuk Kabupaten Minahasa Utara sejak terjadi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di banyak titik. Itu tindak lanjut atas instruksi Bupati,” kata Lumingkewas.

 

Menurutnya, kolaborasi semua unsur menjadi kunci. “Kita berkolaborasi semua unsur dari TNI, Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, lurah, dan relawan yang sangat banyak. Ini kepentingan kita bersama sehingga tidak mungkin bekerja sendiri,” tegasnya.

 

Dia mengakui kendala di lapangan cukup berat. “Kendalanya medan yang cukup berat, luasan yang cukup besar, cuaca yang panas sehingga perambatan api lebih cepat. Area terbakar besar, personil sedikit walaupun banyak tapi titik api banyak, cukup melelahkan. Teman-teman Damkar dari kemarin sampai tadi pagi masih melakukan pemadaman dan hari ini lanjut lagi,” tutupnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman total untuk mencegah api merambat ke pemukiman warga. (3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.