Likupang, viralberita.net – Jalan nasional penghubung Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung kembali putus. Badan jalan amblas parah pada Minggu (7/6/2026) di kawasan lingkar tambang, memutus urat nadi ekonomi warga.
Ini kerusakan serius ketiga kalinya di titik yang sama. Retakan panjang dan badan jalan amblas bikin warga cemas soal keselamatan dan distribusi logistik.
Publik menyorot operasional PT MSM / Meares Soputan Mining dan PT TTN / Tambang Tondano Nusajaya, anak usaha PT Archi Indonesia Tbk. Warga pertanyakan dampak lalu lintas kendaraan tambang berat terhadap struktur jalan nasional.
“Kami minta pemerintah dan aparat hukum audit menyeluruh. Ada atau tidak kaitan aktivitas tambang dengan jalan rusak ini harus jelas,” ujar perwakilan warga lingkar tambang.
Tim media himpun kesaksian warga soal aktivitas blasting di Tasiam Kecil yang disebut dekat daerah tangkapan air dan hutan lindung. Warga klaim rumah retak akibat lontaran batu dan sumber mata air terganggu.
Warga juga ungkap insiden tahun lalu, puluhan sapi mati diduga usai minum air sungai sekitar resettlement yang tercemar limbah. Dugaan ini minta diuji dandiinvestigasi menyeluruh.
Warga mengacu UU Minerba dan UU PPLH. Jika terbukti rusak fasilitas umum, cemari lingkungan, atau langgar tata kelola, sanksinya bisa administratif, pidana, hingga denda miliaran.
Merespons, Tonaas Wangko Sulut Izhak Tambani temui warga Tatelu-Warukapas. Ia janji kawal aspirasi sampai ke pemerintah pusat.
“Saya siap bawa keluhan warga Likupang-Bitung ke meja RI-1. Keselamatan rakyat dan lingkungan tidak boleh dikorbankan,” tegas Izhak, senin (9/6/2026) pada sejumlah media.
Warga harap Kementerian ESDM, KLHK, Polri dan Pemprov Sulut segera turun. Tuntutannya, keselamatan, lingkungan, dan hak masyarakat di atas segalanya. (3by)






