MANADO, VIRALBERITA.NET — Ada peristiwa luar biasa yang terjadi di gunung Tabot yang harus kita ketahui maknanya oleh orang yang percaya kepada Yeshua Hamasiakh atau Yesus Kristus dan mengapa kita harus memuliakan Yeshua Hamasyiak saja. Matius 17:2-3 Lalu Yeshua berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Hal tersebut disampaikan Ketua Sinode Gereja Filadelfia Pimpinan Roh Kudus (GFPR) Drs Dokri Gumolung, S. Th. MSi pada ibadah Minggu 5 Juni 2021 di Gedung gereja GFPR Kairagi Manado.
Pembacaan Firman Tuhan yang diambil dalam Matius 17 1-8 menunjuk kepada 3 peran. Yeshua, Musa dan Elia, Murid-murid. Yeshua yang menggenapi Hukum Taurat, Musa dikenal sebagai penerima Hukum Taurat, Elia dikenal sebagai seorang nabi yang dipakai Tuhan Luar biasa kuasai surat-surat. 3 pribadi yang diagungkan saat itu.
Namun, ketika murid-murid melihat kejadian yang dasyat itu dimata mereka, petrus berkata, (Matius 17:4) “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Dan tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
” Artinya, diingatkan, tidak ada didunia ini yang sejajar dengan Yeshua sekalipun Musa dan Elia. Hamba-hamba Tuhan tidak bisa sejajarkan dirinya Dengan Yeshua. Hamba-hamba Tuhan tidak boleh diagungkan sejajar dengan Tuhan. karena tidak ada yang dapat sejajar dengan Tuhan Yeshua Hamasiakh, hanya Yeshualah yang harus dimuliakan, hanya Yeshualah yang harus diagungkan dan ditinggikan,” tegas Dosen Unima ini.
Dokri katakan, perkataan Bapa sorgawi sangat jelas, Jangan dengarkan siapapun, selain Yeshua Hamasiakh. Dengarkan dan turuti perintahnya. Dia sudah memberikan teladan kepada kita.
“Kata Yeshua dalam Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan,” selama hidupmu tinggi hati berarti hidupmu belum belajar kepada Yeshua Hamasiakh. Dengarkan Yeshua sebab dia adalah jalan kebenaran dan hidup. Janganlah hati dan pikiranmu diluar dari pikiran Yeshua,” pungkasnya.
Selanjutnya, Matius 17:6-7 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yeshua datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!”
“Saudara-saudara tersungkurlah, sembahlah Yeshua, maka dia akan menyentuh hidupmu. Keadaan yang terjadi, Yeshua memberi ketenangan dan kekuatan kepada muridnya. Jika engkau tersungkur maka engkau akan merasakan hadirat Tuhan. Dia datang memberkatimu,” tuturnya.
Lanjutnya, Matius 17:8 “Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri,”
“Inti kitab Kejadian sampai Wahyu ada dalam pribadi Yeshua Hamasyiak.
pokok yang kita pelajari intinya pribadi Yeshua Hamasyiak. Bapa Yahweh perintahkan : Dengarkan Dia, Guru yang baik, yang sempurna.
Tidak ada yg dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yeshua Hamasyiakh.
Pintu satu-satunya yang masuk Kerajaan sorga hanya Yeshua Hamasiakh.
Peristiwa perjamuan untuk mengingat Yeshua. 1 Korintus 11:24 “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” semuanya tentang Yeshua, dari lahir menderita, kematian dan kebangkitan.
“jalan satu-satunya hanyalah tersungkur dihadapan Yeshua hamasyiak. dia layak dipuji dan disembah. Hiduplah dengan cara pandang yg benar sehingga nilaimu permanen dan mulia.
“Kue kalau sudah jatuh atau terkena debu sudah tidak bernilai tetapi uang sekalipun jatuh dan diinjak nilainya tidak berubah karena permanen. Milikilah nilai hidup yang permanen sekalipun dihadapkan dengan situasi apapun, nilai harus sempurna,” ucapnya.
Dalam kesaksian, Gomulung menyampaikan bagaimana saat dia tersakiti. “Saya harus mengampuni dan memaafkan karena saya mau masuk sorga, “tutupnya.
Penulis : Deibby Malongkade






