Bertahun-tahun Tidak Digunakan, Pemdes Tanggari Berhasil Memanfaatkan Bak Air Toka

oleh -208 Dilihat

TANGGARI, VIRALBERITA.NET — Masyarakat Desa Tanggari akhirnya bisa mendapatkan ketersediaan air bersih dari bak air Toka yang telah bertahun-tahun dibuat dengan anggaran sampai ratusan juta namun tak pernah merasakan manfaatnya.

Kini, dalam kepemimpinan Hukum Tua Desa Tanggari, Oscar Nelwan berhasil menyelesaikan pembangunan bak air yang sudah menjadi dambaan masyarakat Tanggari karena desa ini krisis air bersih.

Dari keterangan salah satu warga Desa Tanggari Supit Karundeng mengatakan, sebelumnya bak air ini sejak dibangun tidak pernah digunakan sebagai penampungan air karena air tidak berhasil masuk ke bak penampungan ini padahal anggaran pembangunannya dulu berkisar ratusan juta rupiah.

“Jadi bak ini sudah bertahun-tahun tidak digunakan, masyarakat tidak pernah merasakan manfaat dari pembangunan bak air toka ini. Sekarang masyarakat bersyukur dengan anggaran yang hanya 67 juta, Pemerintah Desa telah berhasil menaikan air di bak ini. kami warga jaga 1 sekarang sudah tidak lagi mengalami krisis air. Dulunya 1 minggu 1x, tetapi sekarang 2 hari sekali,” ucap Karundeng sambil mengucapkan terimakasih kepada Hukum Tua Oscar Nelwan yang benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sejak menjadi Hukum Tua Desa Tanggari.

“Memang kami sendiri melihat, pembangunan ini langsung diawasi oleh Hukum Tua. Kami sangat mengapresiasi pelayanan tulus dari Kumtua yang tak mengenal cuaca,baik cuaca hujan atau panas, Hukum tua turut serta membantu para tukang untuk menyelesaikan pekerjaan ini, ” pungkasnya.

 

Sementara, warga lainnya Wisye Kalalo mengatakan, sangat bersyukur tahap demi tahap kerinduan dan harapan masyarakat Desa Tanggari mulai terjawab. “Orang kalau punya niat yang baik, sekalipun anggaran kecil pasti berhasil. Tapi kalo niat mau cari untung, Hasilnya akan nol, ” tuturnya.

 

Hukum tua Desa Tanggari Oscar Nelwan ketika di konfirmasi, menyebutkan bahwa memang benar masyarakat yang ada di jaga 1 telah lama mengeluhkan krisis air bersih. Dan ini telah menjadi misi dari Hukum tua untuk membangun jaringan mata air baik yang ada di Keratang, Pinohelan, Skuang dan Merut. Akan tetapi dengan Anggaran Dana Desa yang terbatas, Pemerintah Desa akan merealisasikannya secara bertahap.

“Kebutuhan masyarakat memang banyak tetapi ada skala prioritas yang harus segera diselesaikan. Dan pekerjaan fisik ini telah selesai diaudit oleh inspektorat Minahasa Utara dan dinyatakan aman dan berhasil,”jelas Nelwan.

Dari keterangan Nelwan, Anggaran untuk pembuatan air bersih ini sebesar Rp. 67.830.000. 280 ujung pipa yang digunakan, panjang 280 x 4 meter = 1.120 meter.

(Deibby Malongkade)

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.