KEMA, viralberita.net – Pemandangan haru sekaligus meriah mewarnai pendaftaran calon Hukum Tua Desa Kema III, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat [19/9/2026].

Rifandi Bandu resmi mendaftarkan diri sebagai calon Hukum Tua Kema III. Sebelum berangkat, ada momen yang membuat semua yang hadir terdiam haru. Didampingi istri dan anak tercinta, Rifandi yang akrab disapa Rindu bersujud di kaki ibunda tercinta, meminta restu.
Sambil memeluk sang ibu, doa dan restu itu mengalir. Sebuah tradisi penuh makna, bahwa setiap langkah besar harus dimulai dari doa orang tua.
Usai mendapat restu, Rindu bergerak menuju Kantor Hukum Tua Desa Kema III. Perjalanan yang biasanya hanya beberapa menit, hari itu menjadi lautan manusia.
Iring-iringan Kasida mengiringi langkahnya. Para pendukung memadati sepanjang jalan hingga ke kantor desa. Teriakan semangat, tabuhan musik religi, dan yel-yel dukungan menggema di desa pesisir itu.
Di hadapan pendukungnya, Rindu mengungkapkan motivasinya yang tulus.
“Motivasi saya secara pribadi untuk mengikuti kontestasi pemilihan Hukum Tua tahun 2026 di Desa Kema III tidak lain dan tidak bukan ingin sekali lagi memberikan rasa harapan kepada masyarakat, khususnya nelayan yang ada di Desa Kema III, untuk sama-sama kita mengangkat harkat dan martabat nelayan di desa pesisir Minahasa Utara,” ujar Rindu.
Bagi Rindu, Kema III bukan desa biasa. Desa ini telah memberikan kontribusi besar, baik di skala kabupaten, provinsi, hingga nasional, khususnya dari sektor perikanan.
“Desa Kema III ini sudah memberikan kontribusi yang cukup besar. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berterima kasih kepada rekan-rekan pendukung yang sudah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran,” katanya.
Jika dipercayakan memimpin, Rindu hanya punya satu program unggulan yang fokus: meningkatkan Pendapatan Asli Desa [PAD] yang signifikan dari tahun ke tahun.
“Program unggulan hanya satu, bagaimana Desa Kema III itu secara maksimal mendapatkan Pendapatan Asli Desa yang signifikan. Untuk kemakmuran masyarakat, khususnya nelayan,” tegasnya.
Rindu yang paham betul dunia nelayan menyoroti soal kontribusi nelayan Kema III yang setoran pasca produksinya 5% ke negara sudah sangat signifikan.
Ia berjanji akan menjadi jembatan dan pelayan masyarakat untuk mempermudah akses nelayan, terutama soal pengurusan surat-surat dan akses BBM.
“Masyarakat berharap bisa dimudahkan untuk pengurusan surat-surat, BBM, dan lain-lain. Saya akan menjadi jembatan untuk memfasilitasi nelayan agar mudah mengakses itu,” jelasnya.
Terkait SPBU yang ada di Desa Kema III, Rindu menilai selama ini sudah cukup memberikan kontribusi dan berbagi dengan masyarakat, meskipun skalanya memang untuk provinsi, bukan hanya untuk Kema III saja. Hal itu harus dipahami bersama agar tidak terjadi salah persepsi di lapangan.
Di akhir sambutannya, Rindu menitipkan pesan yang sangat menyejukkan di tengah panasnya kontestasi.
“Harapan saya kepada seluruh pendukung, mari kita selalu menjaga ketertiban, menjaga keamanan, menjaga kondusivitas dan persaudaraan. Karena kampung kita ini adalah kampung persaudaraan,” ajaknya.
“Perbedaan pendapat itu biasa, perbedaan pilihan itu biasa, tapi jangan sampai kita mencerai-beraikan silaturahmi. Yang mau berbeda silakan, tidak masalah, tapi jangan sampai kita terpecah,” pungkas Rindu disambut tepuk tangan ribuan pendukungnya.
Dari sujud di kaki ibunda hingga dikawal ratusan warga, Rifandi Bandu memulai langkahnya dengan penuh restu dan harapan baru untuk nelayan Kema III. (3by)











