Darurat! 106 Kali Kebakaran Telah Terjadi Di Minut ! Pemkab Peringatkan: Stop Bakar Sampah, Lahan, Buang Puntung Sembarang

oleh -404 Dilihat

 

AIRMADIDI, viralberita.net — Musim kemarau panjang akibat dampak El Nino membuat  Kabupaten Minahasa Utara darurat kebakaran.

 

Data Dinas Pemadam Kebakaran Minut mencatat hingga Agustus 2026 sudah terjadi sekitar 106 peristiwa kebakaran di Minut. Khusus bulan Agustus sampai tanggal hari ini (14/8) melonjak terjadi 40 peristiwa. Ironisnya, kebanyakan dipicu oleh kelalaian manusia: bakar sampah, bakar lahan, dan buang puntung rokok sembarangan.

 

Di tengah keterbatasan armada pemadam, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Bupati Dr Joune JE Ganda, SE. MAP. MM. MSi melalui Kepala dinas Kebakaran dan Penyelamatan Minut Usman, S. Sos. MM mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya pemerintah Desa aktif  bergerak mencegah kebakaran bersama.

 

“Kami minta perhatian seluruh masyarakat Minahasa Utara. Cuaca saat ini kemarau sangat panjang, suhu sangat tinggi, dan eskalasi kebakaran juga tinggi. Kami berharap ada partisipasi masyarakat untuk pencegahan dini,” tegas Usman kepada wartawan di Kantor DPRD Minut, Jumat 14 Agustus 2026.

 

3 HAL YANG WAJIB DIHENTIKAN SEKARANG:

1. JANGAN BAKAR SAMPAH DAN LAHAN

Usman menyebut kebakaran alang-alang, pekarangan dan lahan paling banyak terjadi karena warga membersihkan kebun dengan cara membakar.

“Pertama imbauan ke masyarakat: jangan membersihkan pekarangan atau ladang dengan cara membakar. Jangan juga bakar sampah,” ujarnya.

2. JANGAN BUANG PUNTUNG ROKOK SEMBARANGAN

Tiupan angin kencang ditambah kondisi sangat kering membuat 1 puntung rokok bisa memicu kebakaran besar dalam hitungan detik.

3. PASTIKAN LISTRIK DAN KOMPOR MATI SAAT TINGGAL RUMAH

“Pastikan alat-alat rumah tangga sudah dimatikan sebelum keluar rumah,” tambah Usman.

4. LIBATKAN PEMERINTAH DESA DAN TOKOH MASYARAKAT

“Kami meminta bantuan perangkat desa dan seluruh tokoh masyarakat untuk menghimbau atau kampanye antisipasi kebakaran. Agar tidak terjadi lebih banyak lagi titik-titik kebakaran,” pinta Usman.

Menurut Kadis Damkar, faktor alam seperti gesekan alang-alang atau bebatuan juga bisa memicu api, tapi persentasenya sangat kecil. Penyebab utama tetap ulah manusia.

 

“Dengan angin kencang dan kekeringan ekstrem saat ini, api akan cepat merambat. Kami minta bantuan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk gencar kampanye antisipasi kebakaran agar tidak semakin banyak titik kebakaran,” imbau Usman.

 

Selain merugikan diri sendiri dan tetangga, pembakaran lahan dan sampah sembarangan juga melanggar hukum dan bisa dipidana.

 

Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa mengajak warga untuk lebih peduli dan bahu membahu menjaga lingkungan. Laporkan segera ke Damkar Minut atau perangkat desa jika melihat titik api.

“Ingat, mencegah lebih mudah daripada memadamkan. 1 kelalaian bisa menghanguskan rumah, hutan, dan masa depan kita. (3by)

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.