MINUT, viralberita.net — Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan responsif gender kembali ditegaskan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Penyusunan Profil Gender dan Anak Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2026 di Aula Lantai 3 Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Dinas DP3A Minut Frederik Tulengkey, SH mewakili Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama:
1. Jimi J. Pinangkaan, SE., M.Si – Kabid Data dan Informasi Gender dan Anak DP3A Provinsi Sulut
2. Raymon Engelbert Kodoati, SE, MSi – Perwakilan BPS Kabupaten Minahasa Utara
Materi difokuskan pada pengelolaan data gender dan anak mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis hingga pemanfaatan untuk mendukung kebijakan pembangunan.
Ketua panitia Kabid Data Gender DP3A Minut Tien Maksiri menjelaskan, kegiatan ini mengacu pada UU Keterbukaan Informasi Publik, Perpres Satu Data Indonesia, Permen PPPA, serta APBD Minut 2026.
“Tujuan kami meningkatkan kapasitas SDM dalam statistik sektoral dan memastikan seluruh perangkat daerah memahami pentingnya data sebagai dasar kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak,” ujar Tien.
Kegiatan diikuti seluruh OPD, rumah sakit, puskesmas, dan instansi terkait. Anggaran pelaksanaan Rp12 juta bersumber dari DPA DP3A Minut.
Dalam sambutan yang dibacakan Frederik Tulengkey, Bupati Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas inisiasi kegiatan ini.
“Penyusunan Profil Gender dan Anak adalah langkah strategis untuk menghadirkan data yang akurat, akuntabel, dan terpilah. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga akses layanan publik,” tegas Bupati.
Menurutnya, data berkualitas adalah fondasi pembangunan yang adil, setara, dan inklusif. Ini juga menjadi bagian dari komitmen Minut mendukung SDGs, khususnya kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dan anak.
Bupati Joune Ganda juga menyoroti komitmen nyata Pemkab Minut terhadap kesetaraan gender.
“Di Kabupaten Minahasa Utara, jabatan tidak ditentukan jenis kelamin. Yang diutamakan adalah kemampuan, integritas, dan profesionalisme. Banyaknya perempuan di posisi strategis adalah bukti nyata pemerintah memberi ruang setara untuk berkarya dan mengabdi,” tegasnya.
Bupati menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh OPD untuk membangun komitmen bersama menyediakan data yang berkualitas.
“Profil Gender dan Anak bukan hanya kewajiban administrasi. Tanpa data valid, kebijakan tidak akan tepat sasaran. Mari pastikan setiap program pemerintah benar-benar bermanfaat bagi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat Minut,” demikian pesan Bupati Joune Ganda.
Pemkab Minahasa Utara berharap melalui sosialisasi ini sinergi lintas sektor semakin kuat demi terwujudnya Satu Data Gender dan Anak yang mendukung lahirnya kebijakan berkeadilan dan meningkatkan kesejahteraan perempuan serta anak. (3by)






