Antisipasi Dinamika Ekonomi Dan Logistik Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Minut dan Pemprov Gorontalo Teken MOU

oleh -134 Dilihat

Minut, viralberita.net — Dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan logistik jelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara teken Memorandum of Understanding (MOU) dalam acara High Level Meeting (HLM) di Hotel Sentra Manado. Selasa, (10/3/2026).

 

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Minahasa Utara Dr Joune JE Ganda, SE. MAP. MM. MSi, melalui Sekertaris daerah Ir Novly G Wowiling, Gubernur Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T., Msi, para Asisten fan Kepala OPD Minut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan Penurunan Disparitas Harga dan Pendapatan Daerah (TP2DD).

 

Dalam sambutan Bupati Minahasa Utara yang disampaikan Sekda Minut Novly Wowiling, mengatakan, “Penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Pemkab Gorontalo dan Pemkab Minut untuk tahun 2026 menjadi fokus utama. Kerjasama ini dirancang secara khusus untuk mengantisipasi dan mengelola dinamika ekonomi serta logistik yang kerap muncul menjelang pelaksanaan HBKN Idul Fitri, dengan tujuan utama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, serta memastikan akses keuangan yang lancar bagi masyarakat kedua daerah,” kata Wowiling.

 

Dikatakannya, pertemuan tingkat tinggi ini memiliki makna yang sangat strategis, terutama karena dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 1447 Hijriyah. Pada momen seperti ini, biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada lonjakan permintaan terhadap berbagai komoditas pokok. Kondisi ini tentu memerlukan langkah-langkah antisipatif dan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat terlindungi.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat datang di Minahasa Utara kepada yang terhormat Bupati Gorontalo serta seluruh delegasi,” tutur Sekda Wowiling.

 

Lanjutnya, pertama, mengenai Pengendalian Inflasi (TPID). Inflasi merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengendalian inflasi berjalan efektif melalui koordinasi yang solid antar dinas, dunia usaha, dengan dukungan penuh masyarakat. Peran TPID sangat krusial dalam memantau harga, menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan mengkomunikasikan kebijakan dengan efektif.

 

“ Kami menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo atas terjalinnya kerjasama ini. Ini adalah wujud nyata sinergi membangun ketahanan ekonomi regional dan memperkuat konektivitas perdagangan antar wilayah. Melalui kerjasama ini, kita berharap dapat memperkuat rantai pasok komoditas pangan, meningkatkan efisiensi distribusi, dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya jelang Idul Fitri. Dengan demikian, stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan rasa aman dan sejahtera,” Jelas Sekda Wowiling.

 

Kedua, mengenai Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Kita menyadari bahwa inklusi keuangan adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui program TPAKD, kita terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan bagi pelaku UMKM, sektor pertanian, dan sektor produktif lainnya. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan literasi keuangan sangat penting agar UMKM dapat berkembang optimal. Dengan akses keuangan yang semakin luas, kita berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

 

Ketiga, mengenai Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Di sisi lain, kita terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui TP2DD. Digitalisasi adalah langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi digital, berbagai layanan pemerintah dapat diselenggarakan dengan lebih cepat, mudah, dan transparan. Transformasi digital ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperluas ekosistem ekonomi digital di daerah. Dengan berkembangnya sistem pembayaran digital, kita berharap dapat mendorong peningkatan transaksi non-tunai, memperkuat tata kelola keuangan daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

 

“Momentum High Level Meeting ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinkronisasi kebijakan, dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Tantangan ekonomi ke depan tentu tidaklah ringan. Namun, dengan semangat kolaborasi dan sinergi antar daerah, kita optimis dapat menghadapinya dengan baik,” ucap Sekda Wowiling.

 

Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kerjasama, menjaga stabilitas harga, meningkatkan produktivitas sektor strategis, serta mendorong inovasi dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Dengan terlaksananya HLM dan penandatanganan KAD ini, diharapkan tercipta koordinasi yang lebih solid dan efektif antara Pemkab Gorontalo dan Pemkab Minut. Langkah kolaboratif ini diyakini akan menjadi pondasi yang kuat dalam mengelola tantangan ekonomi regional, khususnya dalam menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1447 H, demi terwujudnya ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah, “ucapnya. (*3by)

No More Posts Available.

No more pages to load.