Penyangga Baru DPSP Likupang, Femmy Pangkerego Resmi Membuka Objek Wisata Religi Dan Resto “The Chapel” Talawaan

oleh -330 Dilihat

MINUT, VIRALBERITA.NET — Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa utara Femmy Pangkerego resmi membuka  Objek pariwisata baru “The Chapel” di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa utara Provinsi Sulawesi utara, selasa 14 Februari 2022.

The Chapel merupakan tempat wisata religi tersedia rumah doa dan restoran yang memiliki konsep keindahan alami dengan panorama indah, pemandangan persawahan dan perkebunan nyiur melambai serta kolam renang  untuk anak dan dewasa.

Kepala dinas Pariwisata Femmy Pangkerego menyampaikan, sangat apresiasi The Chapel prospek kedepan sangat luar biasa, karena baru pertama kali menjadi tempat wisata religi dan komersial dengan konsep alami. Ditempat ini sangat terasa kesejukan alamnya.

“Hadirnya The Chapel, akan menjadi penyangga baru untuk Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Kami pemerintah Kabupaten Minahasa utara sangat mengapresiasi hadirnya The Chapel di Kabupaten Minahasa utara. Kita tidak lagi mencari investor tetapi investornya sudah datang sendiri. Saya pastikan The Chapel kedepan bisa bersaing dengan yang lain, ” ucap mantan Kadis Kearsipan Minut ini.

Lanjut Perempuan yang diberi penghargaan sebagai Wanita Kawanua Berprestasi 2022 Indonesia Development Award 2022, tujuan kami, memperbanyak wisatawan mancanegara negara maupun wisatawan nusantara agar boleh berkunjung di Minahasa Utara.

“Untuk wisatawan domestik maupun manca negara dan lokal, disini ada objek wisata baru, tempat rekreasi dengan view  perkebunan yang keren, ” ujar Kadis Cantik dan ulet ini.

Owner The Chapel Marlen Henricus Dien menyampaikan, latar belakang mengambil konsep religi karena kesaksian hidup yang dialami keluarganya, yang sangat diyakini semua adalah anugerah Tuhan. Sehingga sekalipun untuk usaha tetapi restoran dan tempat wisata ini bisa menjadi berkat bagi orang lain karena selain tempat wisata juga rumah doa.

“Tempat ini adalah rumah doa. Bisa dipakai ibadah, doa semalaman bahkan acara komersial seperti HUT maupun Wedding baik indoor maupun outdoor, bisa pesta taman dan meeting room” tuturnya.

Selain itu, kata Dien, The Chapel tempat wisata dekat Bandara perjalanan hanya 15 menit. Kalau transit menunggu waktu lama, bisa mampir di The Chapel karena telah siap 24 kamar untuk resort. Bisa beristirahat sambil menikmati keindahan alam dan udara yang sejuk.

Sementara Vico Judi Saputro, SH, M.Ec.Dev menyampaikan konsep wisata The Chapel yang ditawarkan agak berbeda, yang disuguhkan di The Chapel, pemandangan persawahan yang dikelilingi perkebunan kelapa yang sangat indah. Bisa digunakan pengunjung untuk melakukan spot-spot selvie dengan latar belakang kolam renang dan pemandangan alam.

“Pengunjung bisa menikmati pisang goreng sambil memandang sawah-sawah. Bisa menikmati sunrise saat matahari terbit dari sebelah timur lantai dua dengan keindahan alam dan pemandangan gunung Klabat dan persawahan sedangkan disebelah selatan pada sore hari bisa menikmati sunset dengan panorama hits persawahan dan perkebunan kelapa, “tutur putra owner The Chapel jeblosan UGM jurusan hukum dan Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisinis.

Dikatakan Vico, awalnya konsep The Chapel diambil dari beberapa referensi, yakni dari Pulau Dewata Bali dan penambahan referensi dari Jawa. untuk biaya masuk sangat terjangkau Rp 20.000 sudah mendapat kopi atau teh di buka setiap hari mulai pukul 09.00 wita – 21.00 wita.

Penulis:Deibby Malongkade

No More Posts Available.

No more pages to load.