MINAHASA— Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Misi dan Hubungan Kerja sama Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, MTh, memimpin pelaksanaan ibadah Doa dan Puasa Sinode GMIM, yang digelar di Lapangan Saluhesem Kamangta, Kecamatan Tombulu, Sabtu (17/9/2022).
Ibadah ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Minahasa yang juga selaku Ketua Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB) Wilayah Kembes Pnt Dr (HC) Robby Dondokambey SSi MM (RD) yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa yang juga selaku Ketua Komisi Wanita Kaum Ibu (W/KI) Wilayah Kembes Pnt Martina W Dondokambey-Lengkong SE.
Dalam khotbahnya Pdt Adolf Wenas mengambil pembacaan Alkitab dalam Ulangan 4:1-20 tentang Musa menasihati bangsa itu memelihara hukum Allah.
Sementara Wakil Bupati Robby Dondokambey dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Ibadah Doa dan Puasa Sinode GMIM ini. Kepada seluruh tamu yang hadir Ia juga berterima kasih atas semangat yang diperlihatkan.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan Ibadah Doa dan Puasa Sinode GMIM ini. Terima kasih untuk yang berkesempatan hadir di acara ini, dan juga terima kasih atas semangat yang ditunjukkan demi suksesnya kegiatn ini,” ucap Wabup RD.
Dikatakannya, jika mencermati dengan bijak,dDoa merupakan persekutuan dengan Tuhan, atau berkomunikasi dengan Tuhan.
“Doa merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita orang yang percaya. Saat kita berdoa, kita menundukkan hati kita, memusatkan pikiran kita, dan kita berserah penuh pada belas kasih Tuhan,” sebut Wabup RD.
Lanjut dia, selain berdoa, umat kristiani juga melakukan puasa untuk meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus. Di sisi lain, puasa juga kerap dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Tuhan.
“Bagi keimanan kita sebagai umat Kristen, tujuan dari melakukan puasa itu untuk meremukkan jiwa, untuk merendahkan diri, untuk mencari Tuhan dan untuk bersiap dalam peperangan rohani. Dengan demikian kerohanian kita akan semakin tajam sehingga dimampukan oleh Tuhan untuk mengambil keputusan yang benar,” jelasnya.
Ditambahkannya, dampak dari doa dan puasa adalah iman yang bertumbuh kepada Tuhan dan karakter semakin positif serta mampu memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan.
“Sehingga makna doa dan puasa mengaktivasi manusia kristen sebagai terang dan garam serta mengamalkannya dalam tingkah laku di dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang saleh,” urai Pnt Robby Dondokambey, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa ini.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Tokoh Masyarakat Desa Kamangta yang juga Staf Ahli Pangdam XIII Merdeka Kol. Inf. Rudolf Shaloom Manoppo, MSi, Asisten I Sekdakab Minahasa Drs. Riviva W. Maringka, MSi, Asisten II Ir. Wenny Talumewo, MSi, Asisten III Dr. Christian Vicky Tanor, SPi, MSi, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukpol Drs. Teddy Sumual, Kepala Dinas Kominfo Agustivo Tumundo, SE, MSi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Djefry S. Sajow, SH, Kepala Dinas PM-PTSP Mekry Sondey, SE, MSi, Kabag Perencanaan dan Keuangan Setda Frangklin Kalalo, ST, Ketua BPMW Kembes Pdt. Jeffrey Kalangi, MTh, Koordinator Bidang Misi dan HKS Sinode GMIM Pdt. Meyta Tengker-Maliangkay, MTh, Ketua Komisi Doa Sinode Pdt. Sofly Meithy Maki, MTh, Ketua Komisi Pekabaran Injil Sinode GMIM Pdt. Raymond Manoppo, MTh, Ketua BPMJ Imanuel Kamangta Pdt. Margritha Killing-Sikopong, STh dan undangan lainnya dari unsur Komisi Doa dan Penginjilan (KPDP) Jemaat dan Wilayah se-GMIM.
(Jefry Kandouw)






