Harga Kopra Semakin Anjlok, Gerakan Kopra Sulut Lakukan Demo di Kantor DPRD Sulut

0

Deprov, viralberita.net – Gabungan mahasiswa Gerakan kolektif perjuangan rakyat (Kopra) lakukan insiden berjalan kaki dari lapangan tikala sampai kantor DPRD provinsi sulut untuk menyuarakan aspirasi mereka tentang harga kopra yang kian hari kian anjlok, senin 26/11/2018.

Gerakan Kopra Sulut dalam pimpinan korlap julfikar langkara, menuntut DPRD :
1.Mendesak pemerintah provinsi Sulawesi Utara agar menstabilkan harga kopra.
2.Membuat regulasi peraturan daerah (Perda) untuk mengontrol hargai komoditas pertanian.
3. Pemerintah harus menghadirkan BUMN untuk mengelola dan memproduksikan hasil kopra.
4. Pemerintah harus memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil lokal yaitu minyak kelapa kopra.
5. Pemerintah harus mempertegas sistem ekonomi bangsa dengan kembali pada pasal 33 UUD 45

Para anggota dewan yang saat itu berada dikantor langsung menemui mereka, berdialog dengan mereka dan meminta supaya ada 20 orang perwakilan untuk hearing bersama dprd dan mendengarkan setiap aspirasi mereka. namun sayangnya para mahasiswa bersih keras supaya semua mereka harus dilibatkan dalam hearing, sampai mereka berusaha menerobos masuk kekantor DPRD.

Insiden terjadi, saling mendorong dengan pihak kepolisian, gerakan semakin anarkis, bahkan terjadi Ado jotos dengan pegawai kantor dprd yang berusaha menghalangi mereka, tapi langsung teratasi. mereka turun sambil merusak besi pegangan tangga, dan berteriak-teriak, membakar ban dan kelapa sebagai bentuk kekecewaan mereka.

Melihat keadaan yang semakin memanas wakil dprd weny lumentut yang juga saat itu sudah terpancing e- meminta dengan keras supaya para mahasiswa boleh memberikan kesempatan mereka untuk membicarakan itu dalam rapat sesama dewan bahkan sampai berjanji siap mundur jika aspirasi mereka tidak terpenuhi.

Sementara aksi berlangsung Terpantau bertambah 3 mobil pengamanan polisi masuk lengkap dengan perasonil. dari kepolisian daerah (POLDA) lengkap dengan alat pengamanan, Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara ikut turun lapangan memantau keamanan. jumlah polisi yang mengamankan polresta 195 personil,polda 2 pelaton 73 personil.

Para anggota DPRD Billy Lombok, Rocky Wowor dan Nety Agnes Pantouw berhasil menenangkan situasi dengan berdiskusi dan mengambil keputusan untuk membuat surat keterangan penerimaan aspirasi yang ditandatangani oleh mereka diatas materai dan akan diteruskan ke Gubernur Sulut.

Mengakhiri aksi ini Nety Pantouw mengajak mereka berdoa bersama kemudian mereka pulang. (Eby)