Lawan Corona, VAP Minta Masyarakat Jangan Resah Tapi Berdoa

Bupati Minahasa utara DR Vonnie Anneke Panambunan STh dan Direktur RS Walanda Maramis dr Sandra Roti

MINUT, viralberita.net — Mengingat Waba Covid 19 terus merebak di Sulawesi utara, Bupati Minahasa Utara (Minut), DR (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh mengimbau masyarakat tidak perlu resah ataupun panik yang berlebihan, tetapi terus waspada dengan mengedepankan protab kesehatan dengan mengikuti anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Masyarakat jangan resah kita ikuti saja anjuran pemerintah. Kita harus punya iman. Berdoa saja kepada Tuhan. Kita harus sabar agar Tuhan bisa menolong kita,” ucap srikandi Sulut ini, kamis 28 mei 2020.

Saya himbau masyarakat banyak berdoa supaya Tuhan berikan keampunan, minta pengasihan supaya covid ini cepat berlalu,” ujar Calon Gubernur Sulawesi Utara ini.

Lanjutnya, jaga kesehatan, minum vitamin, makan yang teratur, tidur yang cukup. Saya percaya dengan iman, Tuhan pasti tolong.

“Saya dan anak saya, sebisa kami untuk selalu turun bantu masyarakat, tetapi untuk covid ini hanya kekuasaan Tuhan untuk mengakhiri,”ujar VAP.

Terpisah, Hal seirama disampaikan Direktur RS Walanda Maramis dr Sandra Roti meminta masyarakat jangan resah.

“Masyarakat jangan resa, yang penting kondisi bagus. Ikuti saja anjuran pemerintah. Sosial distancing, rajin cuci tangan pake masker, kalau kita takut, kita tidak bisa bekerja”tutur Roti kepada wartawan.

Menurut Roti, kita harus perbiasakan diri dengan keaadaan, jangan takut dengan Corona. Yang meninggal di rumah sakit itu selalu karena ada penyakit yang menyertai.

Sandra juga meminta masyarakat agar jangan takut memeriksakan diri dirumah sakit jika sakit. Karena justru di rumah sakitlah tempat yang paling aman.

” jangan takut kepada Corona. Jangan takut memeriksakan diri jika sakit. Rumah sakit justru adalah tempat yang aman, dibandingkan pergi ke mall, pasar atau super market,” pungkasnya.

Roti juga menyampaikan kesulitan saat ini dalam menangani Covid-19 yaitu stigma negatif masyarakat. Masyarakat masi belum menerima masyarakat yang positif Corona.

“Jangan kita jauhi atau kucilkan keluarga-keluarga masyarakat positif Covid-19,kita harus saling menguatkan, ” tutupnya.

(Deibby Malongkade)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *